Rabu, 06 April 2016

Wahab bin Qabus r.a

Wahab bin Qabus r.a adalah seorang sahabat dan ia telah memeluk Islam sejak permulaan. Ia tinggal disebuah perkampungan di padang pasir dan bekerja sebagai penggembala kambing. Suatu ketika ia pergi ke Madinah karena ingin menemui Rasulullah saw. Ia pun berangkat ke Madinah ditemani seorang anak saudaranya dan diikuti sekumpulan kambing peliharaannya yang diikat dengan tali.
  
Sesampainya di Madinah, ia bertanya kepada orang-orang, “Dimanakah Rasulullah saw ?” Dari jawaban mereka ia mengetahui bahwa Nabi saw ketika itu sedang berada di Uhud. Wahab bin Qabus r.a kemudian meninggalkan kambing-kambingnya dan segera menuju ke medan perang Uhud untuk berjuang menyertai Rasulullah saw.
  
Sesampainya di Uhud, ia melihat Nabi saw sedang dikepung oleh sekumpulan musuh yang siap untuk menyerang Rasulullah saw. Denga suara penuh semangat Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya, siapa saja diantara kamu yang dapat mencerai-beraikan musuh-musuh ini, kelak ia akan menjadi temanku di Surga.”
  
Wahab r.a segera menyerang barisan musuh itu dan berhasil mengalahkan mereka semua. Ketika itu sebarisan musuh yang kedua menyerang, ia pun kembali menyerang, begitu selanjutnya sampai terjadi tiga kalipenyerangan. Setelah ia mendapat kabar mengenai Surga dari Rasulullah saw, ia terus maju bertempur  dengan musuh-musuh Islam itu sampai akhirnya gugur sebagai syahid.
  
Sa’ad bin Abi Waqqas r.a menerangkan, “ Aku tidak pernah melihat seorang pejuang Islam yang berjuang dengan gagah berani tanpa sedikitpun rasa gentar dihatinya seperti Wahab. Aku melihat Rasuluulah saw terpaku berdiri disisi mayatnya sambil berkata, “Wahai Wahab ! Sesunggunya kamu telah menyenangkan hatiku. Semoga Allah Swt meridhaimu karena aku juga ridha kepadamu.” Kemudian Rasulullah saw mengebumikan jenazahnya dengan tangan beliau sendiri. Padahal sebetulnya Rasulullah saw sendiri cedera dalam pertempuran itu.
  
Umar r.a pernah berkata, “Aku tidak pernah merasa cemburu terhadap amalan siapapun melebihi kecemburuanku terahadap amalan Wahab bin Qabus r.a. Hatiku berharap, semoga kelak aku dapat berdiri dihadapan Allah swt dengan catatan amalku yang menyerupai amalan Wahab r.a.” (Al Isabah)

@ppattibyan
Kepulungan Gempol


TAG: Pondok Pesantren | Sahabat Nabi | Syahidnya Wahab bin Qobus | Pondok Pesantren Pasuruan | Pondok Pesantren At - Tibyan | Pandok Pesantren Pandaan | Pondok Pesantren Pasuruan
Read More »

Senin, 04 April 2016

Syahidnya Mus’ab bin Umar R.a.

Mus’ab BIN Umair r.a. telah dipelihara dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh kedua orang tuanya dalam keluarga yang berada. Sebelum memeluk Islam ia hidup dalam kesenangan dan kemewahan.

Diberitakan juga, bahwa ia adalah seorang pemuda paling tampan di kota Makkah, bahkan orang tuanya pernah membelikan pakaian untuknya yang berharga dua ratus dirham. Ia telah memeluk Islam pada masa-masa awal tanpa diketahui oleh kedua orang tuanya.
  
Ketika orang tuanya mengetahuinya, mereka mengikat Mus’ab r.a. dengan tali dan memaksanya tinggal di dalam rumah untuk beberapa hari. Tetapi akhirnya ia berhasil melarikan diri, lalu berhijrah ke Abesinia. Sekembalinya dari Abesinia, ia hijrah ke kota Madinah. Dengan demikian ia terpaksa harus meninggalkan segala kesenangan dan kemewahan hidupnya, selanjutnya menjalani hidup dalam kezuhudan dan kesederhanaan.
  
Suatu hari, ketika Rauslullah saw sedang duduk, Mus’ab lewat dihadapat Nabi saw. Ketika itu ia hanya memakai sehelai kain yang bertambal-tambal dan salah satu tambalannya terbuat dari kulit.
  
Dengan perasan sedih dan berlinangan air mata Rasulullah saw menceritakan kehidupan Mus’ab. Mus’ab telah meninggalka segala kesenangan dan kemewahan hidup yang pernah dimilikinya sebelum memeluk Islam. Dalam perang Uhud, Mus’ab r.a berjuang sebagai pemegang bendera kaum muslim hajirin. Ketika tentara Islam mengalami kekalahan saat itu dan sebagian tentara Islam  berlarian dalam keadaan bingung, Mus’ab dengan kukuh tetap memegang bendera Islam sambil berdiri gagah laksana sebuah batu karang. Seorang musuh Islam muncul lalu menebas tangan Mus’ab supaya bendera yang dipegangnya jatuh rubuh keatas tanah. Mus’ab pun kemudian meraih bendera itu dan memegangnya dengan tangan yang sebelahnya lagi. Musuh Islam itu kemudian menebas tangannya yang sebelah lagi. Tetapi ia tetap memegang bendera Islam itu di dekapan dadanya dibantu oleh kedua belah lengannya yang masih mengalirkan darah. Lalu musuh itu menembus dada Mus’ab dngan anak panah. Akhirnya dengan dada terembus panah Mus’ab rebah ke bumi bersama bendera yang dipegangnya. Lalu seorang tentara Islam berlari menghampirinya dan segerah mengambil alih bendera itu.
  
Ketika ia akan dikuburkan, ia hanya memiliki sehelai kain untuk menutupi mayatnya, tetapi kain itu terlau kecil. Jika ditarik untuk menutupi kakinya, maka kepalanya akan terbuka dan apabila ditarik untuk untuk menutupi kepalanya, maka kakinya akan terbuka. Kemudian Rasulullah  saw berkata, “Tutupi kepalanya dengan kain itu dan tutupilah kakinya dengan daun-daun idzkhir.” (Qurratul ‘Uyun)

Pondok Pesantren AT-TIBYAN
Kepulungan Gempol Pasuruan
Read More »

Minggu, 03 April 2016

Aisyah R.ha Bersedakah di Jalan Allah

Dikisahkan, bahwa suatu hari Aisyah r.ha. mendapat hadiah dua buah kantung uang, yang masing-masing berisi 100.000 dirham. Kemudian Aisyah r.a membagi-bagikan uang itu kepada fakir miskin dari pagi sampai sore hari sehingga uang itu habis tak tersisa.

Kebetulan pada hari itu Aisyah r.a sedang shaum dan tidak mempunyai makanan untuk berbuka, kecuali hanya sedikit. Aisyah r.a berkata kepada pembantunya, “Bawalah makanan untuk berbuka.” Kemudian pembantunya itu membawakan sepotong roti dan minyak zaitun.

Aisyah r.a bertanya, “Adakah makanan yang lebih baik dari ini ?” pembantunya menjawab, “Seandainya tadi engkau menyisahkan satu dirham, tentu kita dapat membeli sepotong daging.” Aisyah r.a berkata, “Mengapa engkau baru mengatakannya sekarang ? seandainya engkau meminta sejak tadi, tentu aku akan memberikan kepadamu uang satu dirham.”

@ppattibyan
Kepulungan Gempol Pasuruan


 TAG: Uang Dirham | Dirham | Aisyah r.ha. | Pondok Pesantren Kepulungan | Pondok Pesantren Pandaan | Pondok Pesantren Pasuruan | Pondok Pesantren Gempol | Pondok Pesantren Modern | Pondok Pesantren Salafiyah
Read More »

Tentang Tasbih Fatimah R.ha.

Suatu ketika, Ali bin Abi Thalib r.a bertanya kepada murid-muridnya, “Maukah kalian aku ceritakan tentang Fatimah r.a, orang yang paling dicintai diantara puteri-puteri Rasulullah saw ?” Serentak murid-muridnya menjawab, “Tentu, kami ingin sekali.”

Kemudian Ali bin Abi Thalib r.a bercerita, “Fatimah sering menggiling gandum dengan tangannya sendiri, sehingga menimbulkan bintik-bintik hitam yang menebal pada kedua telapak tangannya. Dia sendiri yang mengangkut air kerumahnya dalam sebuah kantung kulit yang menyebabkan luka-luka diatas dadanya. Kemudian dia membersihkan rumahnya seorang diri, menyebabkan pakaiannya menjadi kotor.”

“Pada suatu hari, datanglah beberapa orang hamba sahaya kepada Rasulullah saw, maka akupun berkata, “Pergilah engkau kepada Rasululullah saw dan mintalah seorang pembantu untuk meringankan pekerjaan rumahmu.” Kemudian ia pergi menemuai Rasulullah saw, tetapi pada saat itu banyak orang menghadiri majelis Rasulullah saw. Karena malu untuk menyampaikan maksudnya, ia pun kembali ke rumah.

Pada hari berikutnya, Rasulullah saw datang kerumah kami dan bertanya, “Wahai Fatimah ada maksud apa engkau dating kerumahku kemarin ?” Fatimah r.a tidak menjawab karena malu. Aku berkata kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasululluah, ia menggiling gandum setiap hari, yang menimbulkan bintik-bintik hitam pada tangannya. Dia mengangkat air setiap hari sehingga menyebabkan luka-luka diatas dadanya, dan setiao hari dia membersihkan rumahnya sehingga pakaiannya menjadi kotor. Kemudian aku menceritakan tentang beberapa orang hamba sahaya yang engkau dapatkan kemarin dan menyuruh Fatimah datang kepada engkau untuk meminta seorang pembantu.”

“Mendengar hal itu Rasulullah saw bersabda, “Wahai Fatimah, bertaqwalah kepada Allah, tetaplah menyempurnakan kewajibanmu kepada Allah dan kerjakanlan pekerjaan rumah tanggamu. Kemudian, apabila engkau akan tidur, ucapkanlah Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 34 kali, ini lebih baik bagimu daripada seorang pembantu.” Setelah mendengar nasehat itu, Fatimah r.a berkata, “Aku ridha dengan keputusan Allah dan Rasul-Nya.”

@ppattibyan
Kepulungan Gempol

TAG: Pondok Pesantren | Fatimah Az-Zahra |Tasbih | Pondok Pesantren Pasuruan | Pondok Pesantren At - Tibyan | Pandok Pesantren Pandaan
Read More »

Rabu, 23 Maret 2016

Berbeda Niat, Berbeda Balasan

Disebutkan dalam kitab Tatsbit al-Fuad bahwa al-Imam al-Haddad ra. berkata,

"Disebutkan bahwa ketika Adam as. turun dari surga ke bumi, turunlah bersamanya daun-daun dari pohon ath-Thib yang memiliki aroma yang harum semerbak.

Maka datanglah kepadanya seekor kijang mengunjunginya, lalu beliau (Adam as) memberikan kepadanya wewangian itu. Maka terciumlah bau wangi darinya. Ketika banyak binatang mencium aroma wangi itu, mereka mendatangi Adam as.

Tetapi beliau tidak memberi mereka, karena kijang datang untuk mengunjunginya, sedang mereka datang untuk meminta wewangian."

@ppattibyan
Kepulungan Gempol


TAG: Pondok Pesantren | Keutamaan Niat | Keistimewaan Niat | Pondok Pesantren Pasuruan | Pondok Pesantren At - Tibyan | Pandok Pesantren Pandaan
Read More »

Selasa, 22 Maret 2016

Tergelincirnya orang yang berilmu

Al-Imam Al-Ghazali rhm. berkata, "Sesungguhnya dosa orang yang berilmu ketika bermaksiat lebih besar daripada orang yang bodoh, karena dengan ketergelincirannya akan tergelincir banyak manusia dan mengikuti perbuatannya.

Barangsiapa menyebarkan sesuatu yang jelek, maka dia akan terkena dosa perbuatannya dan dosa orang yang mencontoh perbuatannya. Karena itu Ali ra. berkata, 'Dua manusia yang telah mematahkan punggungku; orang yang berilmu tetapi tidak tahu malu, dan oarang yang bodoh ahli ibadah.'

Orang yang bodoh akan menyesatkan manusia dengan ibadahnya dan orang yang berilmu akan menyesatkan manusia dengan perbuatannya yang tak mengenal malu."

@ppattibyan
Kepulungan Gempol


TAG: Imam Al Ghazali | Orang yang berilmu | Pondok Pesantren Kepulungan | Pondok Pesantren Pandaan | Pondok Pesantren Pasuruan | Pondok Pesantren Gempol | Pondok Pesantren Modern | Pondok Pesantren Salafiyah
Read More »

Pencuri dirumah Rabi'ah Al-Adawiyah

Diceritakan bahwa seseorang masuk ke rumah Rabi'ah Al-Adawiyah karena ingin mencuri dan mengambil barangnya. Ketika pencuri itu hendak keluar, dia tidak mendapati pintu rumah. Lalu dia meletakkan barang curiannya, dan pintu rumah terlihat.

Dan begitulah.. setiap dia mengambil barang, maka dia tidak mendapatkan pintu rumah untuk keluar dan setiap dia meletakkan barang, dia mendapati pintu rumah.

Hingga akhirnya dia pun keluar tak membawa barang sedikitpun. Ketika keluar dia mendengar seruan, "Jika Rabi'ah tidur, maka yang dicintainya tak pernah mengantuk dan tertidur."

@ppattibyan
Kepulungan Gempol


TAG: Pondok Pesantren Kepulungan | Pondok Pesantren Pasuruan | Pondok Pesantren Gempol | Pondok Pesantren Pandaan | Pondok Pesantren Prigen | Pondok Pesantren Bangil | Pondok Pesantren Purwosari | Pondok Pesantren Sukorejo
Read More »