Minggu, 03 April 2016

Tentang Tasbih Fatimah R.ha.

Suatu ketika, Ali bin Abi Thalib r.a bertanya kepada murid-muridnya, “Maukah kalian aku ceritakan tentang Fatimah r.a, orang yang paling dicintai diantara puteri-puteri Rasulullah saw ?” Serentak murid-muridnya menjawab, “Tentu, kami ingin sekali.”

Kemudian Ali bin Abi Thalib r.a bercerita, “Fatimah sering menggiling gandum dengan tangannya sendiri, sehingga menimbulkan bintik-bintik hitam yang menebal pada kedua telapak tangannya. Dia sendiri yang mengangkut air kerumahnya dalam sebuah kantung kulit yang menyebabkan luka-luka diatas dadanya. Kemudian dia membersihkan rumahnya seorang diri, menyebabkan pakaiannya menjadi kotor.”

“Pada suatu hari, datanglah beberapa orang hamba sahaya kepada Rasulullah saw, maka akupun berkata, “Pergilah engkau kepada Rasululullah saw dan mintalah seorang pembantu untuk meringankan pekerjaan rumahmu.” Kemudian ia pergi menemuai Rasulullah saw, tetapi pada saat itu banyak orang menghadiri majelis Rasulullah saw. Karena malu untuk menyampaikan maksudnya, ia pun kembali ke rumah.

Pada hari berikutnya, Rasulullah saw datang kerumah kami dan bertanya, “Wahai Fatimah ada maksud apa engkau dating kerumahku kemarin ?” Fatimah r.a tidak menjawab karena malu. Aku berkata kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasululluah, ia menggiling gandum setiap hari, yang menimbulkan bintik-bintik hitam pada tangannya. Dia mengangkat air setiap hari sehingga menyebabkan luka-luka diatas dadanya, dan setiao hari dia membersihkan rumahnya sehingga pakaiannya menjadi kotor. Kemudian aku menceritakan tentang beberapa orang hamba sahaya yang engkau dapatkan kemarin dan menyuruh Fatimah datang kepada engkau untuk meminta seorang pembantu.”

“Mendengar hal itu Rasulullah saw bersabda, “Wahai Fatimah, bertaqwalah kepada Allah, tetaplah menyempurnakan kewajibanmu kepada Allah dan kerjakanlan pekerjaan rumah tanggamu. Kemudian, apabila engkau akan tidur, ucapkanlah Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 34 kali, ini lebih baik bagimu daripada seorang pembantu.” Setelah mendengar nasehat itu, Fatimah r.a berkata, “Aku ridha dengan keputusan Allah dan Rasul-Nya.”

@ppattibyan
Kepulungan Gempol

TAG: Pondok Pesantren | Fatimah Az-Zahra |Tasbih | Pondok Pesantren Pasuruan | Pondok Pesantren At - Tibyan | Pandok Pesantren Pandaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar